Paseban Agung E2K

January 14, 2006

Bergerak (bukan ngajak senam apalagi berantem)

Filed under: Umum

Teman…..

Tulisan ini aku dapat dari sebuah situs yang isinya….
Ehmmmm… pokoknya keren deh…

Aku harap dapat bermanfaat.. Slamat membaca!!

============================================
BERGERAK
Oleh: Rhenald Kasali

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu
bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan
(perubahan).”

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku
baru Saya, ChaNge. Dalam sebuah seminar yang
diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan
dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang
yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu.
“Silahkan, siapa yang mau boleh ambil.” ujar Saya.
Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka
audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya
diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali
dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang
tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari
sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki
temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi
mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria
maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang
maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat,
tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu,
begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih
cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya. Sekarang
hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di
depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya
berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat
merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan
keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan
ambil”. Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya
dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian
anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia
pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan
kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa
terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak,

“Kembalikan, kembalikan!” Saya mengatakan, “Tidak
usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah
menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada
mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak.
“Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah
kesempatan?” Mereka pun menjawab dengan berbagai
alasan:

“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap
terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan
uang itu …..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih
jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan
doang………”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan
tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita
dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan),
tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja.
Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup
kita berubah.

Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang
dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung.
Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga
membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya
masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit
bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak
percaya ia berada di situ. Dibandingkan
teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia
bisa menilai “gila” nya orang di sana satu persatu dan
berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang
tampak agak merah.

Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka,
ia pun protes. “Gila aja….ini kan gara-gara
saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini
tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”. Lantas, apa
yang kamu maksud “sakit ?”

“Orang sakit (gila) itu selalu berorientasi ke masa
lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang
gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan,
sementara melakukan hal yang sama dari hari ke
hari…..,” katanya penuh semangat. “Saya pun
mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan,
pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua
menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman
Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi
kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita
semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari,
Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan
hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan
hanya dengan omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah
gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi
sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak
terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa
menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu
perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan
akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana
saja. Wacana yang kosong akan destruktif.

Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana
menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar
berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan
seterusnya. Get Started. Get into the game. Get into
the playing field, Now. Just do it!.

Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka
dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik
yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma
membuat peraturan saja. Makanya tranformasi harus
bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia
harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia
yang aktif, berinisiatif dan berani maju. Manusia
pemenang adalah manusia yang responsif.

Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken
Soup for the Soul, yang membedakan antara winners
dengan losers adalah “Winners take action, they simply
get up and do what has to be done”.

Selamat bergerak!
Selamat berjuang!

—-
Di copy-paste dengan semena-mena dari milis Paseban Agung E2K –semoga pihak yang merasa dirugikan diberi kemudahan dalam segala langkah dan tindak-tanduknya di dunia ini oleh Allah SWT.. Tuhan Yang Maha Esa–
—-

January 2, 2006

Tahun Baru ! (di semarang)

Filed under: Umum

Tahun baru sudah datang! Selamat tahun baru semuanya! Gimana kabar teman-teman? Semoga ditahun baru ini tercapai semua yang kita cita-citakan. Yang sudah nikah semoga cepat dapat momongan, yang belum nikah semoga cepat ketemu jodohnya, yang belum kerja semoga cepat dapat kerjaan, yang belum lulus cepatlah lulus, yang belum KP cepatlah KP .. :-)

Tahun baru nih!
Tahun baru nih!
Tahun baru nih!

Ini ada salam dari teman-teman yang (masih tersisa) di Semarang. Acara kumpul2 diadakan di rumahku. Liputan selengkapnya di sini.

ELEKTRO UNDIP, Jaya! Jaya!